Percetakan Galang Energi

Perusahaan Lazim Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) menjalin kerja sama dengan PT Balai Pustaka. Kolaborasi dalam format Kerja Sama Operasi (KSO) itu dijalankan guna meningkatkan tenaga saing kedua perusahaan pelat merah hal yang demikian.

”Perum PNRI dan Balai Pustaka saling memahami perlunya sinergi usaha dalam menghadapi kompetisi usaha yang sungguh-sungguh ketat,” kata Direktur Utama Perum PNRI, Djakfaruddin Junus lewat siaran pers. Perjanjian kerja sama hal yang demikian sudah ditandatangani pada 27 Oktober 2015.

Djakfaruddin menerangkan, perjanjian yang dijalankan mencakup aktivitas usaha yang terkait dengan kerjasama pemanfaatan dan pemasaran jasa percetakan, penerbitan dan multimedia.

Ragam profesi berdasarkan perjanjian KSO hal yang demikian mencakup pemasaran dan pencetakan produk sekuritas dan non sekuritas, pemasaran dan pencetakan flexible packaging, penerbitan dan multimedia, perdagangan bahan baku dan sarana produksi percetakan yang tak terbatas pada kertas, tinta, dan chemical.

Kecuali itu juga berupa riset pemasaran dan kompetensi inti (core), pengembangan pasar ekspor, peningkatan utilisasi sumber tenaga dari masing-masing pihak, pembentukan anggaran bersama untuk RKAP KSO.

Djakfaruddin menerangkan, sinergi ini ialah tindak lanjut dari rapat dengar anggapan Komisi VI DPR bersama Kementerian BUMN, dan 3 Direktur Utama BUMN merupakan Perum PNRI, PT Balai Pustaka dan Perum PFN. Ketiga Direktur Utama BUMN dipinta untuk melaksanakan sinergi. Implementasinya pada tahap pertama ialah sinergi antara Perum PNRI dan Balai Pustaka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *