Dengan pendidikan yang layak, manusia akan ikut berkembang seiring dengan majunya perkembangan jaman yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk bertahan dalam memenuhi keperluan hidup.

Sebab alasan itulah, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan hidup yang tidak jauh beda dengan kebutuhan akan makan dan minum. Sudah seharusnya seseorang melanjutkan pendidikannya jika perlu sampai ke tingkat yang lebih tinggi.

Idealnya, pengajaran berfokus pada penyusunan individu menjadi pribadi yang unggul, berupa kecerdasan secara IQ dan bermoral mulia. Ini semua tercantum dalam undang-undang dasar. Tetapi pada implementasinya, tidak semua dapat mengikuti pendidikan sebagaimana seharusnya.

Kurikulum Standar Nasional, Upaya Pemerintah Mencerdaskan Hati Bangsa

Demi mencerdaskan anak bangsa, Pemerintah secara terus-menerus mengkoreksi kurikulum seiring dengan tuntutan jaman. Dalam prakteknya, sebagian sekolah menyebutnya secara unik dengan istilah masing-masing. Ada Nasional Plus (NasPlus), Nasional, dan Internasional. Penyebutan ini dimaksudkan untuk memberikan batas pembeda antar kurikulum.

Namun, apakah kurikulum tersebut benar-benar berbeda? Lalu, ke mana output-nya sesudah menyelesaikan pendidikan dengan berbagai istilah penyebutan kurikulum tersebut? Serta pendidikan seperti apa yang terbaik? Ulasan berikut ini akan memberikan ilustrasi komplit pemahaman bermacam istilah kurikulum tersebut.

Baca Juga: International School Jakarta

Mengetahui Bermacam Kurikulum yang Berlaku di Indonesia

Semenjak jaman Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, pendidikan di Indonesia sudah menganut apa yang disebut dengan istilah kurikulum Nasional. Kurikulum ini berkembang di sekolah-sekolah lazim mulai dari tingkatan pendidikan dasar, menengah, sampai tinggi.

Sempat ada isu negatif yang mengatakan kurikulum ini menjadi penyebab anak seperti dibonsai dan chanya diajarkan untuk menerima pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan semata. Sampai pada akhirnya muncul pedidikan alternatif yang menyebut dirinya sebagai sekolah nasional plus atau nasplus.

Sementara itu, perkembangan jaman yang pesat memerlukan kurikulum yang dinamis dan dapat menjawab tantangan globalisasi. Oleh karena itu, saat ini berkembanglah kurikulum Internasional yang menganut bermacam standar dunia global di dalam Kegiatan Belajar Menngajar.

Secara spesifik, kurikulum-kurikulum tersebut bisa diketahui ciri-cirinya, di antaranya:

Kurikulum Berstandar Nasional
Ini merupakan kurikulum yang menganut passing grade dan dominan diterapkan di sekolah-sekolah nasional di segala Indonesia. Bahasa pengantar yang diterapkan merupakan bahasa Indonesia. Dalam kurikulum ini, tingkat kelulusan dinilai dengan Ujian Nasional (UN) sebagai pengukuran finalnya.

Kurikulum Berstandar Nasional Plus (NasPlus)
Jika dibahasakan lebih mudah, kurikulum ini sama seperti sekolah berstandar nasional pada lazimnya. tetapi, dicampur dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan. Sebagian menyebutnya dengan akronim Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Ujian Nasional (UN) masih tetap menjadi ukuran kelulusan final.

Kurikulum Internasional
Pada sekolah yang menganut kurikulum berstandar internasional, biasanya menerapkan dua kurikulum, yaitu Kurikulum Berstandar Nasional dipadu dengan Assessment Internasional.

Beberapa standar kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah dengan kurikulum internasional, di antaranya Cambridge Examinations, International Baccalaureate (IB), atau Global Assessment Certificate (GAC).

Bahasa pengantar yang diterapkan dalam KBM sehari-hari biasanya bilingual atau dwi bahasa. Bahasa asing menjadi bahasa pengantar KBM, namun bahasa Indonesia juga msh dipergunakan.

Sekarang ini banyak orang tua yang menginginkan anaknya untuk dapat mencari ilmu di sekolah berstandar RSBI atau internasional. Tapi, sepatutnya diingat bahwa setiap anak dilahirkan dengan berbagai pribadi yang unik. Artinya, bakat dan kemampuan menjadi tolak ukur utama bagi orang tua.

Namun, pendidikan merupakan sesuatu yang memerlukan waktu, tenaga, dan biaya supaya anak tidak hanya disekolahkan di sekolah yang tidak cocok hanya karena mencontoh popularitas semata. Orang tua perlu mengetahui jenis-jenis sekolah yang sekarang secara resmi sudah diatur Pemerintah supaya dapat dengan tepat mengambil keputusan pendidikan untuk masa depan buah hatinya.

Ada Tiga Kategori Sekolah di Indonesia, Manakah yang Baik?

Pada tanggal 31 Desember 2014, lewat surat keputusan menteri, dicanangkanlah di Indonesia sekurang-kurangnya tiga kategori sekolah. Setiap kategori ini dirancang untuk keperluan serta kebutuhan satuan pendidikan tertentu. Tentu saja orang tua patut memahami kategori sekolah ini dengan bik sehingga dapat memberikan masukan terbaik bagi anaknya.

Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai kategori-kategori sekolah tersebut.

1. Sekolah Negeri Dengan Kurikulum Nasional
Sekolah ini didirikan atas prakarsa Pemerintah dengan guru-guru yang biasanya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pendanaan yang berasal dari uang pajaklah yang mewujudkan sekolah semacam ini disebut negeri. Bahasa pengantar yang diterapkan merupakan bahasa Indonesia.

2. Sekolah Swasta
Dulu ada mindset saling mendiskreditkan, antara sekolah swasta dan negeri. namun, tampaknya hal semacam itu tidak lagi menjadi popularitas. Sekolah ini didirikan dari prakarsa pihak-pihak non-Pemerintah, biasanya Yayasan, LSM, atau organisasi nirlaba.

Gaji guru ditanggung pihak pendiri dan pemprakarsa. Ada akreditasi dari Pemerintah untuk memastikan standar kualitas walaupun saat ini sekolah negeri mengalami apa yang disebut dengan akreditasi. Kurikulum yang diajar biasanya sama dengan sekolah negeri. Hanya saja ada beberapa tambahan yang biasanya menjadi ciri spesifik, misalkan keagamaan.

3. Sekolah Internasional/Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK)
Dulu sekali, memang kurikulum internasional boleh diadopsi untuk pengajaran dalam negeri yang artinya sekolah-sekolah internasional diperkenankan untuk menerima siswa dengan status kewarganegaraan Indonesia. Tetapi, belakangan ini terjadi perubahan.

Saat ini sekolah-sekolah internasional ini memang dikhususkan bagi para ekspatriat. Bahasa pengantar yang dipergunakan merupakan bahasa asing yang sesuai dengan identitas satuan pendidikan tersebut. Tentu biasanya diselipkan dengan penggunaan bahasa pergaulan internasional, yaitu bahasa Inggris. Kurikulum yang dipakai juga menggunakan kurikulum internasional sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Di luar itu semua, ada lagi hal lain yang tidak kalah penting menyangkut pendidikan anak, yaitu mempersiapkan dana pendidikan anak mulai dari sekarang serta memberi gambaran kepada anak seputar arah pengajaran mereka nantinya seperti apa dalam kaitannya dengan cita-cita yang ingin diraih.

Persiapkan Sejak Dini
Orang tua tentu tidak ingin masa depan anaknya terhambat karena bermacam situasi yang dapat timbul serta mengancam kestabilan pendidikan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu menyiapkan keperluan sekolah anak sejak dini supaya pendidikan anak bisa berjalan dengan lancar sampai menuju tingkat yang lebih tinggi.

Salah satu yang paling utama dalam hal memilih sekolah yaitu membiasakan anak untuk terus berbudaya akademik, bahkan sejak dalam pendidikan usia dini (PAUD). Pendidikan ini bisa diwujudkan dengan menumbuhkembangkan bermacam hal yang baik pada diri anak.

Salah satunya dengan memberinya kebebasan untuk memilih sekaligus bertanggung jawab terhadap segala risiko dan kemungkinan yang dapat timbul karena pilihannya tersebut.

Simak Juga: Cambridge Curriculum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *